DEFINISI DIGITAL ACCESS,CONTOH KASUS,PENDAPAT PARA AHLI,SERTA PRO DAN KONTRA NYA
Akses digital adalah hak setiap warga digital dalam melakukan aktivitas di dunia digital mulai dari membuat, menyebarkan, mengakses dan menerima segala informasi digital. Akses digital tidak memiliki batasan usia maupun latar pendidikan karena akses digital dimiliki semua orang dengan menjaga etika di dunia digital.
Akses digital dapat dikatakan sebagai bentuk pemanfaatan teknologi informasi dimasa sekarang. Semua hal dalam dunia digital dapat diakses oleh semua orang dengan batasan aturan legal baik yang ditetapkan pemerintah dalam hal digital maupun norma dalam masyarakat. Akses digital juga harus dimanfaatkan dengan bijak karena di dalam dunia digital pengguna juga memilikii catatan nama baik yang sama halnya di kehidupan nyata, sehingga segala bentuk kesalahan mulai dari ringan hingga berat di dunia digital akan tetap memiliki jejak permanen sekalipun dihapus. Contoh akses digital adalah akses terhadap sosial media, informasi pada internet, forum umum dan sebagaianya.
Contoh Kasus
Penipuan Online
Jangkauan publik yang menjadi lebih luas dengan penggunaan media komunikasi modern seperti media sosial juga membuat penipuan online semakin meningkat.
Contoh kasus penipuan online di media sosial misalnya fitur permainan kuis di facebook, yang bukan hanya meminta akses ke profil facebok kita, tapi juga mengajukan beberapa pertanyaan lebih jauh mengenai diri kita, dengan tujuan untuk mengumpulkan data.
Contoh kasus lain misalnya penagkapan terhadap pelaku penipuan melalui facebook, yaitu Dede Rahmat dan Hasan Rarwis pada awal tahun 2015 silam oleh Porles Sukabumi Kota. Yang bersangkutan membuat akun facebook palsu, untuk memperdayai Wilda Silviani. Setelah dua bulan berkenalan, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan meminjam uang secara bertahap, hingga total mencapai 37 juta.
Pro : Harus lebih berhati-hati dalam menggunakan data-data pribadi di dalam dunia sosial digital.
Kontra : Harus lebih berhati-hati dalam menggunakan data-data pribadi di dalam dunia sosial digital, dan jangan sampai lalai menyebarkan data-data pribadi kita.
Pendapat Para Ahli
R . Sugandhi .
Tindakan seseorang dengan tipu muslihat rangkaian kebohongan, nama palsu dan keadaan palsu dengan maksud menguntungkan diri sendiri dengan tiada hak.
Andi budimansyah .
Website itu dibuat mirip dengan yang asli untuk mengambil keuntungan dari transaksi yang dilakukan di website asli.

Komentar
Posting Komentar